Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
10 Aug 2026 0 pembaca ADMIN UPTD Pajak Daerah Wilayah I

Letak Geografis




Profil Geografis UPTD Pajak Daerah Wilayah I Tigaraksa

Letak Geografis dan Batas Wilayah
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pajak Daerah Wilayah I Tigaraksa merupakan salah satu unit kerja di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang. UPTD Wilayah I memiliki cakupan wewenang dan wilayah kerja yang strategis di bagian tengah, barat, hingga selatan Kabupaten Tangerang. Wilayah kerja ini meliputi enam kecamatan, yaitu Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Cikupa, Kecamatan Panongan, Kecamatan Jambe, Kecamatan Solear, dan Kecamatan Cisoka.

Secara geografis, gabungan dari keenam wilayah kecamatan ini membentuk satu kesatuan area administrasi perpajakan yang luas dengan batas-batas terluar wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara: Berbatasan dengan Kecamatan Balaraja, Kecamatan Sindang Jaya, dan Kecamatan Pasar Kemis.

  • Sebelah Timur: Berbatasan dengan Kecamatan Curug, Kecamatan Legok, dan Kota Tangerang.

  • Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kabupaten Bogor (Provinsi Jawa Barat) dan Kabupaten Lebak (Provinsi Banten).

  • Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kecamatan Jayanti, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak.

Analisis dan Karakteristik Geografis Wilayah Kerja
Setiap kecamatan di wilayah kerja UPTD Pajak Daerah Wilayah I memiliki bentang alam, demografi, dan karakteristik geografis yang bervariasi. Perbedaan karakteristik ini memengaruhi potensi pajak daerah di masing-masing wilayah administrasi:

1. Kecamatan Tigaraksa

  • Karakteristik: Berada di wilayah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 44 meter di atas permukaan laut dan luas kurang lebih 52,79 km². Tigaraksa merupakan wajah utama karena berstatus sebagai Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Tangerang.

  • Potensi Kewilayahan: Sebagai pusat administratif, wilayah ini mengalami pembangunan infrastruktur dan permukiman yang masif. Transformasi lahan kosong menjadi perumahan, perkantoran, dan kawasan niaga menjadikan potensi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) serta BPHTB sangat tinggi.

2. Kecamatan Cikupa

  • Karakteristik: Terletak di bagian tengah Kabupaten Tangerang dan berfungsi sebagai pintu gerbang sebelah utara menuju pusat pemerintahan. Memiliki luas wilayah sekitar 43,40 km² dengan ketinggian 30–67 meter dpl.

  • Potensi Kewilayahan: Cikupa merupakan kawasan padat yang beririsan dengan pengembangan kawasan perumahan berskala kota mandiri dan sentra industri. Karakteristik komersial ini menjadikan Cikupa sebagai penyumbang besar untuk Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, Pajak Restoran, dan PBB-P2.

3. Kecamatan Panongan

  • Karakteristik: Memiliki luas wilayah sekitar 35,94 km². Wilayah ini telah bertransformasi pesat dari area perkebunan dan pertanian menjadi area hunian yang nyaman, berkelas, dan modern.

  • Potensi Kewilayahan: Pertumbuhan kawasan residensial berskala besar yang dilengkapi sarana pendidikan, kesehatan, dan pusat perbelanjaan menjadikan Panongan sangat strategis dalam menyumbang Pajak Hiburan, Pajak Restoran, dan PBB-P2.

4. Kecamatan Jambe

  • Karakteristik: Jambe saat ini sedang mengalami masa transisi dari desa agraris menjadi kawasan semi-perkotaan (sub-urban). Beberapa wilayahnya, seperti Desa Ancol Pasir, masih memiliki lahan pertanian luas. Di sisi lain, desa seperti Daru berkembang pesat sebagai pusat aktivitas warga dengan kehadiran stasiun kereta api dan pembangunan berbagai klaster perumahan sejak 2015.

  • Potensi Kewilayahan: Aksesibilitas Commuter Line dan tren perpindahan penduduk ke klaster perumahan baru terus meningkatkan pendaftaran Objek Pajak Baru untuk PBB-P2 di wilayah ini.

5. Kecamatan Solear

  • Karakteristik: Wilayah seluas 34,07 km² ini merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Cisoka pada akhir tahun 2006. Solear juga dikenal dengan kawasan wisata alam religinya, yakni habitat pelestarian monyet ekor panjang. Wilayah ini dilewati akses jalur kereta api KRL Commuter Line dengan keberadaan Stasiun Tigaraksa (perbatasan) dan Stasiun Cikoya.

  • Potensi Kewilayahan: Konektivitas KRL menuju wilayah Jakarta mendorong pesatnya laju pertumbuhan populasi dan pasar properti residensial. Sektor pengembangan perumahan terjangkau serta pariwisata lokal menjadi titik kuat penerimaan pajaknya.

6. Kecamatan Cisoka

  • Karakteristik: Memiliki luas wilayah 28,78 km² dengan topografi dataran rendah (kemiringan kurang dari 45 derajat). Cisoka terletak di ujung barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang. Demografi penduduknya adalah perpaduan masyarakat asli Banten, Tangerang, serta pendatang.

  • Potensi Kewilayahan: Walaupun sebagian besar merupakan area non-industri besar, Cisoka perlahan dirambah oleh aktivitas perdagangan, usaha jasa kecil, dan pembukaan akses perumahan sederhana yang memberikan kontribusi berkesinambungan dalam perluasan basis data perpajakan.

Keseluruhan letak geografis dan karakteristik kewilayahan tersebut menjadikan UPTD Pajak Daerah Wilayah I Tigaraksa sebagai salah satu pilar utama penyangga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tangerang. Keragaman dari pusat pemerintahan, sentra perumahan eksklusif, hingga pengembangan wilayah agraris menjadi aset penting yang terus dikelola untuk kemajuan bersama.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.